Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

Sunday, November 13, 2011

we just want to have a good time.

Dua orang perempuan berkeliaran di daerah Cipete. Satunya berambut panjang acak-acakan. Satunya lagi berambut pendek, juga acak-acakan. Seringnya, mereka duduk-duduk sambil kegerahan di 711, atau makan sop patin di kedai Disto, tepat di bawah sebuah speaker ajaib yang selalu sigap memutar lagu, untuk mengiringi arah pembicaraan mereka.

Dan bila berhubungan dengan mereka, arah pembicaraan itu bisa seperti sebuah perjalanan misterius ke negeri dongeng. Bisa berakhir di mana saja.

***

Yang penting senang. Itu sih motto mereka. Kurang lebih. Senang itu relatif memang. Buat mereka apalagi. Sekedar punya koleksi lagu baru untuk mengisi iTunes dan membahas film-film menarik yang akan dirilis, sudah bisa membuat mereka nyengir-nyengir kegirangan. Apalagi kalau bisa berkarya pakai hati, menjadi terkenal, dan pergi jalan-jalan ke luar negeri. Lebih-lebih kalau bisa berada di barisan terdepan konser Coldplay. 

***

Akhir-akhir ini mereka punya ritual baru. Masih di bilangan Cipete. Setiap pagi ,yang satu akan menunggu di depan kantornya, bersiap untuk saling melambai, ketika yang lainnya lewat mengendarai mobil menuju kantornya sendiri. Semuanya dilakukan sambil bicara lewat telepon, yang baru akan berakhir saat masing-masing harus mulai bekerja.

Kata seseorang, "Kalian itu seperti kakak adik, yah. Tepatnya seperti kakak adik yang masih sekolah SD."

Mungkin memang begitu ya. Mereka menolak merasa tua. Dan berjanji untuk saling mengingatkan, bahwa menari diiringi lagu-lagu bagus itu perlu dilakukan sesekali. Sekarang. Sampai kapanpun.

***

"Some people want to burn the world with their greed, we just want to have a good time."
The unpublished mixtape on 8tracks.

[weheartit.com]

Her Morning Elegance-Oren Lavie
Everything's Not Lost-Coldplay
The Call-Regina Spektor
Can't Go Back Now-The Weepies
Be OK!-Ingrid Michaelson
Two of Us-Aimee Man
Just a Ride-Jem
Good Time-Brazillian Girls
Down River-The Temper Trap
Surrender-Float
We Are Kids-Lacrosse


***

"Sometimes you're up
Sometimes you're down
It's just a ride, it's just a ride
Don't be scared now
Dry your eyes
It may feel so real inside
But don't forget enjoy the ride " --- Jem, on : 'Just a Ride'

Wednesday, July 7, 2010

the mythical Mr. Perfect.


"Rindu mengorak menarik hati serentak
hey-hey siapa dia...
Wajah sembunyi di balik payung fantasi
hey-hey siapa dia..."
***

Mendengar pembicaraan seorang teman saya sedang mempersiapkan pernikahan, saya menanyakan sebuah pertanyaan klasik : "So, how do you know that he's the perfect one ?"

Saya sering sekali menanyakan pertanyaan ini, sampai-sampai bosan sendiri. Saya selalu ingin tahu proses awal dibalik keputusan penting itu. 5W+1H, dari memutuskan seseorang sebagai the mythical Mr. Perfect.

Why mythical ? Because i don't believe there is someone that could be soo perfect.

Hal paling saya sukai dari teman saya ini adalah dia seorang realis sejati, yang selalu menemukan logika untuk segala sesuatu. Bahkan untuk sesuatu yang sifatnya absurd dan subjektif macam siapakah Mr. Perfect kita.

"Well, basically you just know. Perfect itu masalah yang tidak bisa disama ratakan. Ukurannya banyak, dan jelas bukan dalam arti kata sesungguhnya. Perfect itu adalah ketika dia datang di saat yang tepat, seperti di saat elo emang udah pengen nikah. Atau sesuatu yang sangat ngga penting, seperti dia bisa mengerti jokes norak lo, atau selera makan lo yang gila. Perfect doesn't always mean that he's extremely cool or what. You'll know what you need."

Begitu kira-kira resume jawabannya.

Saya yang seringkali mendengar jawaban serupa adegan di film Serendipity, langsung berbinar. The cynical and pesimistic me suddenly believe, that someday i'll be able to find my Mr. Perfect. And getting married, making love, having my own home, and be undescribeably happy, despites all the ups and downs.

Finding someone, who's perfect in his unperfections, that sounds possible.


***

Saya bermimpi saya berhadapan dengan Kris Biantoro, memperkenalkan saya dengan suara tenornya. Tentu saja di acara kuis klasik itu, Kuis Siapa Dia. Hanya saja judulnya kali ini, "Siapa Dia si Mr. Perfect". Potongan wajah dikeluarkan satu-persatu di layar. Saya menebak dan gagal. Lalu tirai itu terbuka.

Isinya seorang pria duduk diatas kursi, wajahnya gelap.

Tapi itu sama sekali bukan mimpi buruk. Itu hanya kenyataan. Mungkin memang saya belum menemukan dia.

'Dia' masih menunggu di balik tirai, dengan sabar, menunggu jawaban saya tepat dengan potongan-potongan wajahnya, yang ditampilkan di layar.

***

"Payung fantasi arah kemana dituju
hey-hey tunggu dulu...
Bolehkah aku melihat seri wajahmu
boleh kah disayang....

Siapa geranfan tuan...
pembawa pelipur rasa bahagia...
cendrawasih dari bulan...
Ataukah si bintang siang"
(Payung Fantasi-Ismail Marzuki
)


Tuesday, April 27, 2010

so, what band are you ?


Saya mendapati seonggok benda yang tidak familiar diatas tempat tidur saya. Sebuah kaos berwarna kuning, yang gambarnya saya kenali sebagai mendiang raja pop, Michael Jackson. Tidak lupa ada tulisan R.I.P. nya. Mmmmm....Well, kita semua sudah tahu dia sudah meninggal, buat apa sih diberi keterangan lagi, dicetak jadi kaos pula. Gambarnya besar, jelas, dan....mmm....sangat MJ. Sementara tulisannya juga besar, jelas, dan....mmm...sangat berusaha meyakinkan kita bahwa dia (pembuat kaosnya) adalah orang paling berduka sedunia.

Oh ya, by the way, kaos itu ternyata oleh-oleh dari pacar adik saya, UNTUK SAYA.

Sempat tersinggung sih, kenapa dari semua band dan musisi yang ada di dunia, yang mungkin dijadikan kaos, saya malah diberi yang bergambar MJ--saya bahkan tidak berpikir moonwalk nya itu keren. Tapi mau bagaimana lagi. Itu khan pemberian (jangan marah ya pacar adik ku). Salah saya juga pesan kaos band tapi tidak menyebutkan secara spesifik namanya (sekali lagi jangan marah ya, setengahnya memang salah saya).


But.....seriously, AM I LOOK LIKE A MICHAEL JACKSON's FAN ?

***

Pacar saya pernah bilang, "Taruh-taruhan, yang. Setengah dari ABG-ABG yang pakai kaos Antrhax atau Lamb of God itu, pasti ngedengerinnya Avenged Sevenfold....." Saya tertawa. Bisa jadi sih. Soalnya agak tidak masuk akal juga kalau ABG-ABG seumur adik saya, mengidolakan band dan mendengarkan musik yang umurnya mungkin lebih tua dari ayah saya. Tapi marilah jangan meng-under estimate-kan mereka. Bisa saja pengetahuan musiknya jauh lebih luas dibandingkan dengan saya sendiri, yang kebetulan berprofesi sebagai music director. Dan biarkanlah mereka berekspresi, toh masih muda.

Saya sendiri punya dua kaos band di lemari saya. Satu dari band lokal, Efek Rumah Kaca, yang karya-karyanya saya dengarkan secara religius, satu lagi dari band-legendaris-yang-kalau-saya-sebut-tidak-mungkin-tidak-kenal, The Beatles. Diantara keduanya yang saya sebut pertama lebih sering saya pakai--sampai-sampai sekarang hilang di tumpukan cucian kosan. Entah karena bahannya yang nyaman, atau hati saya yang nyaman ketika memakainya, jadi kalau-kalau ada orang yang beratanya "Eh, Efek Rumah Kaca itu yang kayak gimana sih ?" saya bisa menjawab dengan yakin begitu.

Lain dengan kaos The Beatles, yang sengaja saya beli di flea market, untuk sengaja kembaran sama pacar saya. Seringnya saya pakai untuk di rumah, dimana tidak akan ada yang mungkin mencoba me-ngetes pengetahuan saya akan band tersebut. Karena, paling-paling saya hanya bisa menyebut Lennon, Mccartney, Inggris, Abbey Road, dan Hey Jude.

Begitulah kaos band buat saya. Seperti identitas, buat apa dipakai jika tidak paham.

Saya yakin, pacar saya juga lebih senang mengenakan kaos Nine Inch Nail atau The Perfect Circle-nya ketimbang kaos The Beatles kembar kami--dan terlihat lebih tampan juga.

***

So, what band are you ?

p.s. : and once again, am i really, really, really.....like a Michael Jackson fan type ? *heart broken*


Wednesday, March 10, 2010

dunia : sebuah komedi berputar

"komi(e)di putar
tempatku tamasya
seperti dunia putarannya pelan penuh mimpi
komi(e)di putar tempatku bermain
sekarang kelata
lain waktu putri"

originaly from : Komidi Putar-Bonita

Monday, January 18, 2010

Let's Just Fall In Love Again

"Beb, kita mainan jaman PDKT lagi yu...." tanya saya, berseri-seri, berharap.
"Ngga ah, capek." jawabnya, singkat padat, melanjutkan makan.

***

Tidak banyak lagu yang begitu mendengar langsung saya sukai. Jason Castro harus merasa beruntung. Singlenya yang berjudul "Let's Just Fall In Love Again," membuat saya jatuh cinta, bahkan ketika mendengar intronya saja. Entah intronya yang menarik dengan suara siulan, entah judulnya yang lucu, atau liriknya yang lugas dan membuat saya senyum-senyum sendiri.

Let’s pretend baby

That you’ve just met me

And I’ve never seen you before

I’ll tell all my friends

That I think you’re starin’

And you say the same to yours


And oh, we’ll dance around it all night

And then I’ll follow you outside

And try to open up my mouth

And nothing comes out right


Jika dibahasa Indonesiakan, mungkin lagu ini akan berjudul "Ayo Kita PDKT Lagi". Hahaha. Katakanlah saya cheesy, tapi lagu ini membuat saya teringat setiap moment PDKT saya bersama pacar. Berkenalan, pertama kali menikmati sore bersama, mengobrol dan bercanda dengan kaku. SMS tidak penting, telepon canggung, dan saling bercerita soal kegemaran. Tersenyum-senyum kecil mengingat satu sama lain, lalu mengaku jatuh cinta, dan mengajak kencan.

I’ll call you in three days

Not too soon, not too late

And I’ll ask your roommate if you’re home

You call me on Thursday

And we’ll hang out all day

Then fall asleep on the phone


And oh, I’ll hold your hand when we drive

And we’ll lose track of all the time

And we’ll tell everyone

That we ain’t never felt so alive


We’ll fall disgustingly fast

And we’ll stop hangin’ out with friends

And they’ll be so offended

Manis. Dan saya baru ingat lagi rasanya. Tidak ada perasaan yang lebih berbunga dibanding itu semua. Saya ingin merasakannya lagi. Bukannya saya sudah berhenti jatuh cinta. Hanya karena semuanya tadi begitu lucu untuk dikenang. Dan kadang, dengan kebersamaan menahun, pertengkaran, dan sifat jelek pacar yang menjengkelkan, kita lupa bagaimana rasanya jatuh cinta.

And I wanna fall in love with you again

I don’t have to try

It’s so easy

Who needs to pretend?

But because it’s so funny

Let’s just think about it, honey

Let’s just fall in love again


***

Semoga lain kali dia mau.
Let’s just think about it, honey. Let’s just fall in love again...


==============================================
download the song here:
http://www.get-music.net/mp3-994265/jason-castro-let-just-fall-in-love-again.html


Friday, December 11, 2009

shiver

So I look in your direction,
But you pay me no attention, do you.
I know you don’t listen to me.
’cause you say you see straight through me, don’t you.

On and on from the moment I wake,
To the moment I sleep,
I’ll be there by your side,
Just you try and stop me,
I’ll be waiting in line,
Just to see if you care.

Did you want me to change?
Well I change for good.
And I want you to know.
That you’ll always get your way,
I wanted to say,

***

so maybe, shiver has always been my favourite coldplay song.

di bagian lalu dalam hidup saya, fix you adalah lagu coldplay kesukaan saya. mungkin karena liriknya yang menyentuh sisi personal saya saat itu, atau mungkin karena beberapa orang berkata Chris Martin menulis fix you untuk Gwyneth Paltrow, untuk membuatnya merasa lebih baik saat ayahnya meninggal. sweet. Atau mungkin juga karena fix you mempunyai bagian klimaks yang bisa membuat saya merinding.

Tapi shiver, seperti arti harfiahnya, selalu membuat saya bergetar. Dingin dan sedikit dark, namun selalu sukses mengajak saya menyanyi dengan emosional. Saya menyukai sisi emosional dan sentimentil yang dibawa lagu ini. Beberapa orang mempercayai lagu ini ditulis oleh Chris saat ia jatuh cinta kepada Natalie Imbruglia. Chris menolaknya, yang jelas, katanya, lagu ini memang ditulis untuk seorang yang special. Tapi hingga saat saya menyanyikan lagu ini 5 menit yang lalu, saya lebih menyukai spekulasi pertama. Bahwa lagu ini ditulis untuk Natalie, diluar kebetulan yang sangat luar biasa dimana Natalie juga memiliki lagu hits berjudul sama.

Perasaan saya hanya menginginkannya begitu, karena begitu indah mungkin kedengarannya. Chris jatuh cinta, bertepuk sebelah tangan, lalu membuat sebuah lagu patah hati yang sangat dark. Sangat datar, Bahkan lagunya pun tidak memiliki klimaks yang spesifik. Tapi betapa spesialnya lagu ini, jika memang benar ditujukan untuk Natalie. Lagu patah hati yang tidak memojokan, tidak menghakimi, dan tidak memaksa.

Pada kenyataannya saya tidak tahu apakah Chris masih menyimpannya dalam hati. Karena seperti kita tahu, Chris sekarang bersama Gwyneth, HAPPY. Tapi yang jelas, lagu itu bukan untuk Gwyneth. Lagu itu untuk seseorang yang sangat special, Natalie.


I want to be Natalie in your life. Don't judge me just because i broke your heart before, just wrote me a nice song, and sing it to the world...
life goes on, but the song remains.

***


Don’t you shiver? shiver, shiver

I’ll always be waiting for you,
So you know how much I need ya,
But you never even see me, do you?

And this is my final chance of getting you.

On and on from the moment I wake....
Did you want me to change? ...

Sing it loud and clear.
I’ll always be waiting for you.

Friday, November 20, 2009

a (re)call to a (good)friend

" ...And then that word grew louder and louder
'Til it was a battle cry
I'll come back
When you call me
No need to say goodbye

Just because everything's changing
Doesn't mean it's never been this way before
All you can do is try to know who your friends are
As you head off to the war..."

(the call, by : Regina Spektor)

* dedicated to a friend, "I'll fill your book to the very end, because you've had fill mine..."